PELAJARAN DARI KRISIS GLOBAL TAHUN 2008
* Sekilas Tentang Krisis Tahun 2008 di Amerika
Pada krisis keuangan tahun 2008 ini Pemerintah AS memberikan dana talangan atau bantuan likuiditas kepada industri keuangannya yang bermasalah sebesar USD 700 miliar / setara Rp 6.500 triliun (10X lipat dana BLBI)
* Beberapa Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Krisis Tersebut
1. Krisis diwarnai dengan perilaku yang manipulatif,serakah, penipuan dan koruptif dari oknum pengelola lembaga keuangan disana (mirip dengan kasus Robert Tantular cs dalam kasus Bank Century)
2. Hal ini sekaligus membuktikan kegagalan otoritas keuangan di Amerika Serikat. Karena itu karakter industri keuangan yang highly regulatedseharusnya tetap dipertahankan karena banyak dana masyarakat yang dikelolanya
3. Banyak kalangan mengakui bahwa penyelesaian krisis ini juga menunjukkan kerja sama terbaik antara Partai Republik yang berkuasa (eksekutif) dan Partai Demokrat yang menguasai Kongres (oposisi)
* Komentar
» Krisis Moneter tahun 97/98 telah mengakibatkan dikucurkannya dana BLBI hingga Rp 650 triliun (ditambah bunga menjadi Rp 1.100 triliun) berawal dari dilikuidasinya 16 bank pada november 97 yang menimbulkan kepanikan nasabah sehingga terjadi rush dan capital outflow, saat itu berlaku sistem penjaminan penuh (blanket guarantee)
» Dana PMS Bank Century sebesar Rp 6,762 triliun yang setelah dikurangi dana yang digunakan untuk bayar FPJP + SUN + SBI dan FasBI nantinya akan disandingkan dengan nilai divestasi Bank Mutiara + nilai sita aset Robert Tantular dkk. Dapat disimpulkan bahwa biaya penyelamatan Century lebih kecil dibanding biaya likuidasinya
» Berikut perbandingan sikap Pemerintah dan Legislatif Indonesia sehubungan dengan krisis 2008
1. Meski penyebabnya hampir sama (mismanagement lembaga keuangan), politisi di Indonesia lebih memilih untuk “mengejar” dua pejabat KSSK (Sri Mulyani dan Boediono) dibanding mengejar pelaku aslinya (Robert Tantular dkk)
2. Bobroknya bank Century akibat lemahnya pengawasan BI tahun 2001 – 2008, tapi para politisi lebih memilih untuk “mengejar” mantan Gub. BI yang baru menjabat pada 18 Mei 2008 (Boediono)
3. Jika politisi di AS bahu membahu mencoba mengatasi krisis untuk kepentingan nasional, politisi di Indonesia sibuk berdebat mempermasalahkan ada tidaknya krisis di tahun 2008 (padahal saat itu terbit 3 perppu untuk mengantisipasi krisis – bahkan 2 diantaranya menjadi UU)
» Mencoba memberikan pandangan bagaimana sikap ideal yang seharusnya
1. Idealnya memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sukses di peringkat ke-3 dunia
2. Idealnya fokus ke masalah penegakkan hukum dan penarikan aset sebagai pertanggungjawaban para pelaku
3. Idealnya fokus membentuk payung hukum untuk mengatasi krisis dan membenahi fungsi pengawasan di BI
0 comments:
Poskan Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.